STRATEGI MILENIAL – ISLAM TRADISIONAL

0
196

” STRATEGI MILENIAL – ISLAM TRADISIONAL ”

( Sebuah Analisis Faktor Pemenangan Ridwan Kamil – UU Rizalul ulum pada PILKADA JAWA BARAT 2018 )

Oleh : Zamzami*

Pesta Demokrasi Pilkada Jawa Barat telah usai. Sementara perolehan suara berdasarkan  perhitungan cepat (quick count ) yang di lansir dari LITBANG Kompas diperoleh sebagai berikut ; Di urutan pertama  di menangkan oleh pasangan RINDU ( Ridwan Kamil – UU Rizalul ulum ) dengan prosentase suara sebanyak 32.54 %. Di urutan ke Dua di duduki oleh Pasangan calon  ASYIK ( Sudrajat – Akhmad Syaikhu ) dengan suara sebanyak; 29,53 %.

Urutan ke tiga  pasangan 2D  ( Deddy Mizwar – Deddy Mulyadi ) ; 25,72 %. Urutan terakhir di tempati pasangan HASANAH ( TB.Hassanudin – Anton charliyan ) dengan perolehan ; 12,2 %.

Meskipun perhitungan real ( Real count ) belum di tetapkan oleh KPU namun perolehan QUICK COUNT ini sudah mengkrucutkan  Kemenangan yang di capai RINDU, yang oleh banyak pengamat politik sudah di prediksikan jauh jauh sebelumnya.

Yang menarik  dalam PILKADA JABAR ini adalah leadingnya Pasangan ASYIK menempel perolehan suara RINDU di urutan  Kedua. Ini menunjukan betapa PILKADA JABAR  Menjadi Barometer Test of market Pemilihan presiden yang akan datang.

Terlepas dari isu  pemilihan presiden tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis Strategy dan pendekatan Pasangan RINDU Yang menurut penulis menjadi kata kunci kemenangan RINDU.

Starategi kemenangan tersebut penulis sebut dengan ” STRATEGI MILENIAL – ISLAM TRADISIONAL “.

Strategi ini sesungguhnya berasal dari karacter dan gaya kepemimpinan Ridwan Kamil  ( MILENIAL ) dan UU Rizalul Ulum ( Islam Tradisional ).

Berikut ini penulis akan deskripsikan satu persatu dari strategi MILENIAL – ISLAM TRADISIONAL diatas .

Sejak munculnya Ridwan Kamil menjadi Birokrat di Kota Bandung .Ridwan mulai mulai melakukan berbagai pembaharuan di berbagai sektor dengan gaya kepemimpinan yang MILENIAL . Hal ini dapat kita lihat dari berbagai gaya kepemimpinan yg di tunjukannya yaitu ;

1. Personality,  perubahan dari kepribadian Ridwan kamil yang sederhana, mengadopsi gaya anak muda terlihat lebih energik, totalitas dan efektif. Ini terlihat dari konsep URBAN DESIGHT yang menjadi andalan pembangunan kota bandung. Baik dari pembangunan insfraktruktur maupun tata kelola pemerintahan  yang konvensional dan melenial. Gaya kepemimpinan ini pada akhirnya meningkatkan popularitas Ridwan kamil di kalangan masyarakat bandung.

2. Komunikasi publik. Kejelian Ridwan Kamil  menggunakan media sosial adalah salah satu faktor yang menjadi problem solving terhadap kebuntuan komunikasi antara birokrat dan rakyatnya  dan mampu menciptakan isu isu pembangunan yang dapat di respon publik untuk ikut terlibat dalam pembangunan kota bandung juga meningkatkan popularitas Ridwan Kamil di Jawa Barat.

3. Manajemen Kampanye. Tata kelola kampanye pembangunan dan politik yang di lakukan Ridwan Kamil ketika menjabat Walikota maupun saat kampanye PILKADA gubernur kemaren sangat efektif.

Visi misi yang jelas dan realitis. Penggunaan kata kata dan slogan yang sederhana. Konsentrasi masyarakat muda dan pemilih muda menjadi garapan yang tak pernah berhenti dan kreatif dalam mensosialisasikan progamnya.

4. Romantis dan Penuh Cinta. Sadar bahwa pemilih terbanyak dari kaum wanita maka Ridwan Kamil banyak menunjukan image pemimpin yang setia dan romantis dgn selalu membawa istrinya dalam acara kedinasan dan non formal lainya dgn selalu berbaju yang seragam dan sikap romantis di hadapan publik.

Tentu saja gaya romantisme Ridwan Kamil ini akan mampu mendapatkan dukungan dari kaum wanita.

Beberapa gaya kemimpinan Ridwan Kamil  yang telah penulis kemukakan di atas tentu saja tidak saja akan meningkatkan popularitas saja tapi juga meningkatkan image dan elektabilitas Ridwan Kamil di pemilih Jawa Barat.

Sementara itu UU Rizalul Ulum yang merupakan pewaris Pesantren di Tasikmalaya ketika menjadi bupati di sebut sebut sebagai bupatinya kalangan Islam Tradisional . Berikut ini beberapa faktor yang menjadi alasan gaya kepemimpinan UU berkontribusi terhadap pemenangan RINDU. Pertama, Islam Tradisional. Keberadaanya sebagai anak dari kiai pesantren besar di Tasikmalaya memudahkan UU untuk dekat dgn kalangan NU dan Islam tradisional lainya, sehingga dukungan dari umat Islam di Jawa Barat  terutama umat NU akan mengalir pada UU Rizalul umum.

Meskipun pada masa kampanye kemaren pasangan ASYIK sempat merebut simpati umat islam dengan sloganya ” Pemimpin Soleh ” dan aksi para Dai seperti ; Mamah Dedeh. Arifin Ilham, Aa gym, menggiring umat Islam memilih ASYIK namun kalangan ISLAM TRADISIONAL tetap konsisten memilih pasangan RINDU. Kedua, STRUKTURALISME GOVERMENT.  Pengelolaan Struktur kepemerintahan di lingkungan bupati bupati yg di miliki PPP seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang sangat optimal di lakukan UU. Tentu ini sangat mendongkrak perolehan pasangan RINDU yang signifikan.

* Penulis adalah Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP. ANSOR Indramayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here